Sabtu, 22 November 2014

INTEGRATED DGN FENOMENA SOSIAL



Mengintegrasikan Permasalahan Fenomena Yang Ada Di Perkotaan melalui metode Integrated
Dalam kehidupan di perkotaan banyak terjadi fenomena social, apalagi perkotaan selalu menjadi pusat kegiatan manusia. Banyak yang dari desa berangkat menuju perkotaan untuk mencari pekerjaan demi menyambung hidup. Inilah contoh contoh fenomena yang terjadi di perkotaan.
1.      Kepadatan Penduduk
Perkotaan di Indonesia, tak lagi terbatas sebagai pusat pemukiman masyarakat. Kini kota juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan,sentral hirarki, dan pusat pertumbuhan ekonomi. Data menunjukkan, terdapat peningkatan peranan perkotaan terhadap pertumbuhan nasional yang cukup signifikan. Pada awal Pelita I, peranan kota terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 50%, namun pada Pelita V, peranan kota terhadap pertumbuhan telah mencapai 70% (National Urban Development Strategy, 2001). Pertumbuhan tersebut membawa dampak yang besar bagi kota itu sendiri. Dari sisi penduduk misalnya, terdapat pertumbuhan jumlah penduduk yang besar dari tahun ke tahun. Pada tahun 1990, jumlah penduduk perkotaan di Indonesia mencapai 31,1%, sementara pada 1995 mencapai 35,9% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan proyeksi National Urban Development Strategy, jumlah penduduk perkotaan pada tahun 2003 mencapai 55,3% dari penduduk Indonesia. Di lain pihak, penduduk pedesaan pada 1990,mencapai 68,9% pada 1995 mencapai 64,4% dan pada 2003 penduduk pedesaan mencapai kurang dari 45% dari jumlah penduduk Indonesia.
2.      Kriminalitas
Kejahatan atau kriminalitas berkembang sangat pesat, baik secara jumlah ataupun jenisnya.Kejahatan tersebut berkembang seiring dengan kemajuan zaman, terutama terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Perkotaan merupakan pusat dari tindak kejahatan atau kriminalitas, hal itu terjadi karena di perkotaan sering terjadi persaingan yang ketat bahkan tidak sehat. Kriminalitas di perkotaan berkembang sejalan dengan bertambahnya penduduk, pembangunan, modernisasi dan urbanisasi. Dengan demikian dikatakan bahwa perkembangan kota selalu disertai dengan perkembangan kwalitas dan kwantitas kriminalitas. Akibatnya perkembangan keadaan itu menimbulkan keresahan masyarakat dan pemerintahan dikota tersebut. Tindak kriminal (property traditional crime) banyak terjadi pada lokasi dengan ciri
Ketidakseimbangan antara konsentrasi modernisasi dan kekuatan-kekuatan ekonomi pada wilayah perkotaan dengan keterbelakangan populasi pedesaan
Ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan dengan kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja Ketidakseimbangan antara tuntutan-tuntutan sistem ekonomi dengan perkembangan keterampilan-keterampilan Ketidakseimbangan antara tuntutan-tuntutan sistem ekonomi dengan perkembangan keterampilan-keterampilan Perubahan dalam nilai-nilai yang menolak penerimaan fatalistik atas kondisi-kondisi kemiskinan yang secara tradisional dimiliki oleh masyarakat.
3.      Anak Jalanan
Sebagian anak jalanan berasal dari keluarga miskin. Bayak di antara mereka yang di paksa untuk mencari uang, mengisi kekurangan ekonomi. Seringkali bukan penghargaan atau kasih sayang yang mereka peroleh ketika kembali dari “ladang” melainkan tinju dan tendangan dari pihak orang tua, apalagi jika kebmbali ke rumah tanpa pendapatan. Banyak pula diantara anak-anak jalanan berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Mereka memang tidak bekerja, tetapi menjadi sasaran kekerasan dari orang dewasa. Kondisi di keluarga mendorong anak-anak untuk memutuskan hubungan dengan keluarga dan hidup di jalanan. Akar permasalahan tersebut dapat dilihat dari latar belakang dan status sosial anak jalanan yang pada umumnya berasal dari kelas ekonomi lemah. Dan dilingkungannya sendiri terdapat penindasan sehingga mereka tidak dapat berkembang seperti anak pada umumnya. Oleh karena itu, program jangka panjang terhadapa anak jalanan tidak dapat dilepaskan dari upaya mengatasi masalah kemiskinan yang melingkupi kehidupan anak jalanan.
4.      Prostitusi
Kata PSK atau pekerja seks komersial selama ini dialamatkan bagi mereka yang melacurkan diri karena faktor ekonomi atau sebagai profesi. Karena kondisi ekonomi yang tertekan, maka banyak wanita yang melacurkan diri untuk menghidupi keluarga atau ‘terpaksa’ karena tidak ada lapangan pekerjaan. Namun dari sekian banyak tipe PSK ini, tidak sedikit dari mereka yang telah terjebak oleh mafia perdagangan manusia atau mengalami frustasi luar biasa. Mereka ini menjadi korban ekonomi dan kejahatan perdagangan manusia.
Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks
Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan
Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi
Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan Disadari bahwa prostitusi ditinjau dari sudut manapun merupakan suatu kegiatan yang berdampak tidak baik (negatif). Dampak negatif tersebut antara lain
Secara sosiologis prostitusi merupakan perbuatan amoral yang bertentangan dengan norma dan etika yang ada di dalam masyarakat. Dari aspek pendidikan, prostitusi merupakan kegiatan yang demoralisasi dari aspek kewanitaan, prostitusi merupakan kegiatan yang merendahkan martabat wanita. Dari aspek ekonomi, prostitusi dalam prakteknya sering terjadi pemerasanm tenaga kerja.
Dari aspek kesehatan, praktek prostitusi merupakan media yang sangat efektif untuk menularnya penyakit kelamin dan kandungan yang sangat berbahaya
Dari aspek kamtibmas, praktek prostitusi dapat menimbulkan kegiatan-kegiatan criminal
Dari aspek penataan kota, prostitusi dapat menurunkan kualitas dan estetika lingkungan perkotaan
5.      Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Lalu Lintas dan Masalah Perkotaan jauh sebelum kendaraan bermotor ditemukan, kecelakaan di jalan hanya melibatkan kereta, hewan, dan manusia. Kecelakaan lalu lintas menjadi meningkat secara eksponensial ketika ditemukan berbagai jenis kendaraan bermotor. Masyarakat perlu diberi pilihan untuk berjalan kaki, menggunakan sepeda, dan transportasi umum dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pengurangan jumlah kendaraan bermotor, khususnya di sejumlah tempat di mana pengguna jalan berisiko mudah terkena kecelakaan, akan mengurangi kemungkinan kecelakaan itu sendiri. Tanpa adanya upaya-upaya pengamanan yang baru, semua pengguna jalan sangat mungkin terkena risiko kecelakaan seiring dengan meningkatnya lalu lintas kendaraan. Upaya-upaya keselamatan baru itu terutama dilakukan karena makin banyaknya jenis kendaraan bermotor, kebutuhan perjalanan dengan kecepatan tinggi, dan perlunya pembagian pemakai jalan baik untuk pejalan kaki, pengendara sepeda motor, dan juga kendaraan lainnya. Untuk mengurangi risiko terjadi kecelakaan, tidak mungkin dilakukan dengan cara mengurangi keinginan untuk melakukan perjalanan. Sesuatu yang mungkin adalah mengurangi lama dan intensitas kemungkinan para pengguna jalan raya terkena risiko kecelakaan.
Dengan permasalahan  yang ada diatas, dapat di integrasikan dalam suatu konsep mengajar atau proses belajar mengajar, guru dapat mengintegrasikan dalam bentuk materi atau membangun dan menciptakan suatu pendekatan kepada peserta didik untuk menggabungkan beberapa masalah faktor sosial yang ada di perkotaan, sehingga guru akan mudah mengarahkan peserta didik dalam memahami isi materi yang di sampaikan serta permasalahan yang kompleks yang ada di perkotaan. Peserta didik dapat melihat serta memahahi beberapa faktor yang mungkin saja mereka sudah bisa melihat fenomena dan kejadian yang ada sehingga mereka akan bisa menempatkan diri mereka dalam suatu masyarakat agar terhindar dari pergaulan- pergaulan yang nantinya akan membuat masalah serta bisa merusak jati diri sendiri maupun jati diri bangsa.
Sebagai suatu proses, pembelajaran terpadu ( Integrated)  memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.    Pembelajaran terpusat pada anak. Pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun secara kelompok. Siswa dapat aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya khususnya permasalahan yang ada di perkotaan.
2.    Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan. Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki oleh siswa. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan dapat berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.
3.    Belajar melalui proses pengalaman langsung. Melibatkan siswa secara langsung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan siswa belajar dengan melakukan kegiatan secara langsung. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator yang membimbing ke arah tujuan yang ingin dicapai, sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
4.    Lebih memperhatikan proses daripada hasil semata. Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi.
Syarat dengan muatan keterkaitan. memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak, sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, nantinya akan membuat siswa lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada yang ada diperkotaan atau penomena yang ada seperti kalimat diatas tentang beberapa permasalahan diperkotaan, baik itu kriminalitas, penggangguran, kepadatan penduduk, prustitusi dan permasalahan lainnya. Sehingga peserta didik dapat menyikapinya dengan baik dan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar