Sabtu, 22 November 2014
Element perubahan K 13
Elemen
perubahan kurikulum
Empat hal pokok yang mendasar dalam perubahan
kurikulum 2013 yaitu :
1. Standar
kompetensi kelulusan
2. Standar
isi
3. Standar
proses
4. Standar
penilaian
Landasan Yuridis dalam elemen
perubahan kurikulum :
![]() |
|
NO
|
NO.
PERMENDIKBUD
|
URAIAN
|
|
1
|
54
|
Standar Kompetensi Lulusan Dikdasmen
|
|
2
|
65
|
Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah.
|
|
3
|
66
|
Standar Penilaian Pendidikan.
|
|
4
|
67
|
Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum
SD/MI
|
|
5
|
68
|
Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum
SMP
|
|
6
|
69
|
Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum
SMA
|
|
7
|
70
|
Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum
SMK
|
|
8
|
71
|
Buku Teks Pelajaran Dan Buku Panduan
Guru Untuk Pendidikan Dasar Dan Menengah.
|
|
Elemen
|
Deskripsi
|
|||
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
SMK
|
|
|
Kompetensi Lulusan
|
Adanya peningkatan
dan keseimbangan soft skills
dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan,
dan pengetahuan
|
|||
|
Kedudukan mata
pelajaran (ISI)
|
Kompetensi yang
semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi mata pelajaran
dikembangkan dari kompetensi.
|
|||
|
Pendekatan
(ISI)
|
Kompetensi
dikembangkan melalui:
|
|||
|
Tematik terpadu dalam semua mata
pelajaran
|
Mata pelajaran
|
Mata pelajaran
|
Vokasinal
|
|
|
Elemen
|
Deskripsi
|
|||
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
SMK
|
|
|
Struktur Kurikulum
(Mata pelajaran dan alokasi waktu)
(ISI)
|
Holistik berbasis
sains (alam, sosial, dan budaya)
Jumlah matapelajaran
dari 10 menjadi 6
Jumlah jam bertambah
4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
|
• TIK
menjadi media semua matapelajaran
• Pengembangan
diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler
• Jumlah
matapelajaran dari 12 menjadi 10
• Jumlah
jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
|
• Perubahan
sistem: ada matapelajaran wajib dan ada matapelajaran pilihan
• Terjadi
pengurangan matapelajaran yang harus diikuti siswa
• Jumlah
jam bertambah 1 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
|
•
Penambahan jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan (6 program keahlian, 40 bidang keahlian,
121 kompetensi keahlian)
•
Pengurangan adaptif dan normatif,
penambahan produktif
•
produktif disesuaikan dengan
trend perkembangan di Industri
|
|
Elemen
|
Deskripsi
|
|||
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
SMK
|
|
|
Proses pembelajar-an
|
• Standar
Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya,
Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
• Belajar
tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat
• Guru
bukan satu-satunya sumber belajar.
• Sikap
tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
|
|||
|
• Tematik
dan terpadu
|
• IPA
dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu
|
• Adanya
mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya
|
• Kompetensi
keterampilan yang sesuai dengan standar industri
|
|
|
Elemen
|
Deskripsi
|
|||
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
SMK
|
|
|
Penilaian hasil
belajar
|
• Penilaian
berbasis kompetensi
• Pergeseran
dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil
saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
• Memperkuat
PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada
posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
• Penilaian
tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
• Mendorong
pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian
|
|||
|
Ekstrakurikuler
|
•
Pramuka (wajib)
•
UKS
•
PMR
•
Bahasa Inggris
|
•
Pramuka (wajib)
•
OSIS
•
UKS
•
PMR
•
Dll
|
•
Pramuka (wajib)
•
OSIS
•
UKS
•
PMR
•
Dll
|
•
Pramuka (wajib)
•
OSIS
•
UKS
•
PMR
•
Dll
|
PERBEDAAN
ESENSIAL PERUBAHAN KURIKULUM 2013
|
KTSP
2006
|
Kurikulum
2013
|
Ket
|
|
Mata pelajaran
tertentu mendukung kompetensi tertentu
|
Tiap mata pelajaran
mendukung semua kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan]
|
Semua Jenjang
|
|
Mata pelajaran
dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri
|
Mata pelajaran
dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang
diikat oleh kompetensi inti tiap kelas
|
Semua Jenjang
|
|
Bahasa Indonesia
sejajar dengan mapel lain
|
Bahasa Indonesia
sebagai penghela mapel lain [sikap dan keterampilan berbahasa}
|
SD
|
|
Tiap mata pelajaran
diajarkan dengan pendekatan berbeda
|
Semua mata pelajaran
diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati, menanya,
mencoba, menalar,....
|
Semua Jenjang
|
|
Tiap jenis konten
pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum]
|
Bermacam jenis konten
pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum
atau integrated curriculum]
|
SD
|
|
Konten ilmu
pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran
lainnya
|
SD
|
|
KTSP
2006
|
Kurikulum
2013
|
Ket
|
|
Tematik untuk kelas I
– III [belum integratif]
|
Tematik Integratif
untuk Kelas I – VI
|
SD
|
|
TIK adalah mata
pelajaran sendiri
|
TIK merupakan sarana
pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain
|
SMP
|
|
Bahasa Indonesia
sebagai pengetahuan
|
Bahasa Indonesia
sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge
|
SMP/ SMA/SMK
|
|
Untuk SMA, ada
penjurusan sejak kelas XI
|
Tidak ada penjurusan
di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman
minat
|
SMA/SMK
|
|
SMA dan SMK tanpa
kesamaan kompetensi
|
SMA dan SMK memiliki
mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan,
dan sikap.
|
SMA/SMK
|
|
Penjurusan di SMK
sangat detil [sampai keahlian]
|
Penjurusan di SMK
tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan
peminatan dan pendalaman
|
SMA/SMK
|
PERUBAHAN
UNTUK SEMUA MATA PELAJARAN
|
No
|
Implementasi Kurikulum
Lama
|
Kurikulum Baru
|
|
1
|
Materi disusun untuk
memberikan pengetahuan kepada siswa
|
Materi disusun
seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
|
|
2
|
Pendekatan
pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihafal [siswa
diberi tahu].
|
Pendekatan
pembelajaran berdasarkan pengamatan, pertanyaan, pengumpulan data, penalaran,
dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar
[siswa mencari tahu]
|
|
3
|
Penilaian pada
pengetahuan melalui ulangan dan ujian
|
Penilaian otentik
pada aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan
portofolio.
|
PERUBAHAN
PADA IPS
|
No
|
Implementasi
Kurikulum Lama
|
Kurikulum
Baru
|
|
1
|
Materi disajikan
terpisah menjadi Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi
|
Materi disajikan
terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.
|
|
2
|
Tidak ada platform,
semua kajian berdiri sejajar
|
Menggunakan Geografi
sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan kegiatan
terikat dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya konektivitas
ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi
disajikan untuk mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh.
|
|
3
|
Diajarkan oleh guru
berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian
|
Diajarkan oleh satu
orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut
sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian
tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang
selanjutnya
|
PERUBAHAN
PADA IPA
|
No
|
Implementasi
Kurikulum Lama
|
Kurikulum
Baru
|
|
1
|
Materi disajikan
terpisah antara Fisika, Kimia, dan Biologi
|
Materi disajikan
terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Fisika, Kimia, Biologi
|
|
2
|
Tidak ada platform,
semua kajian berdiri sejajar
|
Menggunakan Biologi
sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam
terkait dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda tersebut.
Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi, fisika, kimia dan
kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil.
|
|
3
|
Materi ilmu bumi dan
anta-riksa masih belum memadai [sebagian dibahas di IPS]
|
Diperkaya dengan
materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan standar internasional
|
|
4
|
Materi kurang
mendalam dan cenderung hafalan
|
Materi diperkaya
dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis dan analitis sesuai dengan
standar internasional
|
|
5
|
Diajarkan oleh guru
berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian
|
Diajarkan oleh satu
orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut
sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian
tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang
selanjutnya
|
PERUBAHA
PADA MATEMATIKA
|
No
|
Implementasi
Kurikulum Lama
|
Kurikulum
Baru
|
|
1
|
Langsung masuk ke
materi abstrak
|
Mulai dari pengamatan
permasalahan konkret, kemudian ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi
permasalahan
|
|
2
|
Banyak rumus yang
harus dihafal untuk menyelesaikan permasalahan (hanya bisa menggunakan)
|
Rumus diturunkan oleh
siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya
dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi
juga memahami asal-usulnya)
|
|
3
|
Permasalahan
matematika selalu diasosiasikan dengan [direduksi menjadi] angka
|
Perimbangan antara
matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar, grafik, pola, dsb]
|
|
4
|
Tidak membiasakan
siswa untuk berfikir kritis [hanya mekanistis]
|
Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk
menyelesaikan permasalahan yang diajukan
|
|
5
|
Metode penyelesaian
masalah yang tidak terstruktur
|
Membiasakan siswa
berfikir algoritmis
|
|
6
|
Data dan statistik
dikenalkan di kelas IX saja
|
Memperluas materi
mencakup peluang, pengolahan data, dan statistik sejak kelas VII serta materi
lain sesuai dengan standar internasional
|
|
7
|
Matematika adalah
eksak
|
Mengenalkan konsep
pendekatan dan perkiraan
|
PERUBAHAN
PADA BAHASA INDONESIA/ B. INGGRIS
|
No
|
Implementasi
Kurikulum Lama
|
Kurikulum
Baru
|
|
1
|
Materi yang diajarkan
ditekankan pada tatabahasa/struktur bahasa
|
Materi yang dijarkan
ditekankan pada kompetensi berbahasa sebagai alat komunikasi untuk
menyampaikan gagasan dan pengetahuan
|
|
2
|
Siswa tidak
dibiasakan membaca dan memahami makna teks yang disajikan
|
Siswa dibiasakan
membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan
bahasa sendiri
|
|
3
|
Siswa tidak
dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis, dan efektif
|
Siswa dibiasakan
menyusun teks yang sistematis, logis, dan efektif melalui latihan-latihan
penyusunan teks
|
|
4
|
Siswa tidak
dikenalkan tentang aturan-aturan teks yang sesuai dengan kebutuhan
|
Siswa dikenalkan
dengan aturan-aturan teks yang sesuai sehingga tidak rancu dalam proses
penyusunan teks (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana)
|
|
5
|
Kurang menekankan
pada pentingnya ekspresi dan spontanitas dalam berbahasa
|
Siswa dibiasakan
untuk dapat mengekspresikan dirinya dan pengetahuannya dengan bahasa yang
meyakinkan secara spontan
|
PERUBAHAN
PADA PPKN
|
No
|
Implementasi Kurikulum
Lama
|
Kurikulum
Baru
|
|
1
|
Materi disajikan
berdasarkan empat pilar dengan pembahasan yang terpisah-pisah
|
Materi disajikan
tidak berdasarkan pada pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan tetapi
berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter bangsa
|
|
2
|
Materi disajikan
berdasarkan pasokan yang ada pada empat pilar kebangsaan
|
Materi disajikan
berdasarkan kebutuhan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab (taat
norma, asas, dan aturan)
|
|
3
|
Tidak ada penekanan
pada tindakan nyata sebagai warga negara yang baik
|
Adanya kompetensi
yang dituntut dari siswa untuk melakukan tindakan nyata sebagai warga negara
yang baik
|
|
4
|
Pancasila dan
Kewarganegaraan disajikan sebagai pengetahuan yang harus dihafal
|
Pancasila dan
Kewarganegaraan bukan hanya pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan
nyata dan sikap keseharian.
|
PROSES
YANG MENDUKUNG KREATIVITAS
Proses pembelajaran
melalui pendekatan saintifik dan kontektual
Kemampuan kreativitas
diperoleh melalui:
§ Observing
(mengamati)
§ Questioning
(menanya)
§ Associating
(menalar)
§ Experimenting
(mencoba)
§ Networking
(Membentuk jejaring )
Proses
penilaian dengan penilaian otentik
§ penilaian
berbasis portofolio
§ pertanyaan
yang tidak memiliki jawaban tunggal,
§ memberi
nilai bagi jawaban nyeleneh,
§ menilai
proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,
§ penilaian
spontanitas/ekspresif,
§ dll
Langganan:
Postingan (Atom)
